Jumat, 09 November 2012

Pengantar Organisasi, Intervensi, transaksi, dll


1.       a) Pengertian Intervensi,
Kata intervensi biasanya di gunakan dalam dunia politik, salah satu pengertian intervensi adalah  sebuah istilah dalam dunia politik dimana ada negara yang mencampuri urusan negara lainnya yang jelas bukan urusannya.
v  Adapula definisi intervensi adalah campur tangan yang berlebihan dalam urusan politik,ekonomi,sosial dan budaya.Sehingga negara yang melakukan intervensi sering dibenci oleh negara-negara lainnya. Dalam pengembangan organisasi intervensi yang dimaksud adalah untuk menetapkan cara-cara apakah yang patut dipergunakan untuk merencanakan perbaikan berdasarkan masalah yang ditemukan dalam proses diagnosa dan pemberian umpan balik.
v  Intervensi berarti keikutsertaan klien dan konsultan bersama-sama merencanakan proses perbaikan berdasarkan atas masalah yang di jumpai dalam proses diagnosa. Tahap perencanaan intervensi harus diikuti dengan serangkaian konsep yang saling berhubungan satu sama lain. Yaitu antara lain terdiri dari teori, model dan kerangka konsep referensinya. Intervensi merupakan suatu kegiatan perbaikan yang terencana dalam proses pembinaan organisasi. Argyris merumuskan agak lebih terinci :
“intervensi merupakan kegiatan yang mencoba masuk kedalam suatu sistem tata hubungan yang sedang berjalan, hadir berada diantara orang-orang, kelompok ataupun suatu objek dengan tujuan untuk membantu mereka”.
v  Ada suatu pemikiran yang implisit dari pengertian Argyris itu yang harus dibuat eksplisit. Pemikiran itu ialah bahwa sistem yang akan diintervensi itu tidak tergantung sama sekali pada pengintervensi.
v  Chris Argyris merumuskan Intervensi sebagai berikut, “to enter an ongoing system of relationship, to come between or among groups or objects for the purpose of helping them”(memasuki ke dalam suatu sistem tata hubungan yang sedang berjalan, datang di antara atau di tengah-tengah orang-orang, kelompok-kelompok atau tujuan dengan maksud menolong mereka)
v  Intervensi merupakan suatu kegiatan yang di dalamnya terdapat suatu dugaan yang implisit bahwa antara yang melakukan intervensi dengan klien berada pada posisi saling tidak terikat (exist independenty of each other).  Dengan demikian, di dala usaha intervensi ini klien lebih dibiarkan bebas membuat keputusannya sendiri dibandingkan daripada mengikuti keputusan-keputusan yang dibuat oleh change agent (pengintervensi).

b) Pendekatan intervensi dalam pengembangan organisasi
Didalam PO ada 3 pendekatan dalam intervensi, yaitu sebagai berikut;
a.       Intervensi struktural(berfokus pada tingkat organisasinya), melalui:
·           Restrukturisasi/reorganisasi; alasan ekonomi, proses, komunikasi lancar dan pengawasan.
·           Sistem Imbalan Baru; perilaku fungsi dari konsekuwensi, konvensional, imbalan atas dasar jam kerja dirubah menjadi imbalan atas dasar kinerja.
·           Perubahan kultur Organisasi; tangguh, eksis, mampu menghadapi tantangan jaman.
b.      Intervensi Teknikal(berfokus pada tingkat pekerjaannya), melalui;
·           Rancang Bangun Ulang Pekerjaan (RBUP); RBUP berfokus pada tingkat pekerja: alih tugas (rutinitas tugas), alih wilayah (mengurangi kebosanan dengan perluasan pekerjaan), (horizontalàpeningkatn produktifitas); pekerjaan kekaryaan (vertikal : penggabungan tugas, penciptaan hubungan pekerjaan klien, pengembangan pekerjaan/cara yang paling tepat, membuka saluran umpan balik)
·           Tim Kerja Otonom; memutuskan, menentukan sendiri sasaran yang ingin dicapai kelompok dan bebas membagi pekerjaan antar anggota kelompok.
·           Sistem Sosioteknikal; Rancang Bangun Ulang Pekerjaan (RBUP): optimalisasi pemenuhan tuntutan sosial dan teknikal pada pekerjaan pertimbangan sosial (manusia yang bekerja dan interaksinya) dan teknikal (alat, teknik, prosedur,dll yang dipakai dalam pelaksanaan tugas pekerjaan.)
·           Peningkatan mutu hidup Karyawan
Proses organisasi bersikap tanggapa terhadap kebutuhan pegawai melalui pengembangan mekanisme tertentu yang memungkinkan mereka terlibat penuh dalam pengambilan keputusan mengenai hidup mereka ditempat kerja.  Pengakuan dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia. Timbulnya konsep pemberdayaan manusia di tempat kerja. Bekerja tidak lagi mutlak dipandang sebagai “cari nafkah” sehingga mandiri dan tidak tergantung pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhan.
c.       Intervensi berfokus pada manusia.
·           Pelatihan Kepekaan
Mengubah perilaku melaui interaksi kelompok yang tidak tersetruktur (lingkungan penuh keterbukaan; diarahkan secara longgar oleh para perilaku organisasi agar tercipta suasana tetap hidup, tidak ada penonjolan peran kepemimpinan)
·           Umpan Balik melalui Survey
Digunakan untuk mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan sikap anggota organisasi, menemukan kesenjangan/beda presepsi, serta menyelesaikan masalah.
·           Konsultan Proses
Organisasi masih tetap mungkin untuk disempurnakan dalam semua aspek/seginya.
·           Pembinaan Tim
Peningkatan interaksi antara anggota tim/antar tim dalam rangka peningkatan sikap saling percaya/keterbukaan.
·           Pembinaan kerja sama antar kelompok
Mengubah sikap, pendekatan stereotip dan presepsi yang dimiliki oleh suatu kelompok tentang kelompok lain dalam organisasi.

2.      Intervensi PO dilakukan setelah konsultan melakukan diagnose
a)      Pengertian Diagnose
Diagnose Adopsi dari istilah kedokteran (ketika dokter berusaha mengenali keluhan yang dirasakan pasiennya mengenai sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya). Menurut Miftah Thoha diagnose merupakan suatu proses menemukan penyebab pokok dari masalah organisasi, sedangkan menurut Sondang  Siagian diagnose merupakan suatu pendekatan yang sitematik terhadap pemahaman dan uraian kondisi organisasi sekarang.
Menurut Miftah Thoha proses Diagnosa meliputi :
   1.  mengumpulkan informasi/data
   2.  menganalisa informasi
   3.  membuat kesimpulan utk melakukan perubahan/penyempurnaan
Sedangkan menurut Sondang Siagian, Proses Diagnosa ada  7 Langkah :
    1. Identifikasi Wilayah Permasalahan tentatif
    2. Pengumpulan data
    3. Analisis data
    4. Umpan balik data
    5. Identifikasi wilayah permasalahan
    6. Motivasi klien menyelesaikan masalah
    7. Diagnosis,mencari penyebab masalah tentukan perubahan
 Miftah Thoha, Diagnosa yang efektif akan memberikan petunjuk yang baik bagi intervensi Pengembangan Organisasi (memberikan arah pemahaman  yang tepat terhadap kondisi dan kebutuhan yang diperlukan organisasi, sehingga keputusan intervensi selaras dengan kebutuhan tersebut). Dalam Pengembangan Organisasi intervensi selalu dikaitkan dengan diagnosa.  Sedangkan Sondang Siagian, Diagnosa yang baik tidak hanya memberikan informasi yang tepat tentang  hakikat  sistem organisasi klien, akan tetapi juga harus bermanfaat dalam merancang bangun dan memperkenalkan alternatif tindakan untuk memperbaiki situasi problematik yang dihadapi, artinya diagnosa yang dilakukan harus memperkuat  pandangan tentang perlunya perubahan diwujudkan dan berbagai manfaat  yang akan diperoleh apabila perubahan itu diwujudkan.

b)     Pentingnya diagnose dalam Pengembangan Organisasi
Diagnose menjadi sangat bermanfaat ketika
         Seorang konsultan tidak mempunyai banyak waktu sebagaimana yang seharusnya digunakan dalam diagnosa.
         Peta organisasi tidak begitu rumit dan kompleks, sehingga tidak memerlukan pelayanan perbaikan secara cepat.
         Klien tidak terbiasa bepikir dalam sistem
Karena pada dasarnya diagnose dapat membantu klien memvisualisasikan organisasinya sebagai suatu sistem secara keseluruhan dengan tanpa mempergunakan terminologi istilah yang sama sekali asing, sangat membantu bagi pemula atau mahasiswa yang memulai kariernya sebagai konsultan Pengembangan Organisasi. Aspek penting dalam setiap diagnosa adalah menemukan kesenjangan antara dimensi formal dari suatu organisasi dengan propertis informalnya. contoh :
     Dimensi formal      --> bagan organisasi
     Propertis informal --> bagaimana otoritas yang sesungguhnya.


3.      a)  Pengertian Action research,
Dikenal dengan sebutan Riset Survei dan Metode Umpan Balik. Didefinisikan sebagai suatu penerapan cara-cara ilmiah dalam rangka mencari data dan melakukan eksperimen terhadap suatu masalah yg memerlukan tindakan dalam pemecahannya dan yang melibatkan kolaborasi dan kerjasama para ilmuan, praktisi, dan para ahli lainnya. Riwayat Action research adalah Penataran Laboratori ( Kurt Lewin). Action research merupakan suatu sistem hubungan kemanusiaan yang secara keseluruhan, artinya ia dapat dipergunakan secara bersama -sama untuk mengadakan perubahan dan perbaikan, dan dapat pula dipergunakan masing-masing secara sendiri-sendiri untuk memperbaiki pekerjaan yang menjadi tugasnya.
Dalam Riset Survei (Action research), peneliti berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai sesuatu persoalan organisasi yang akan dipecahkan atau diperbaiki. Action research : proses yang berputar/cyclical process dengan memberikan fokus pada isu-isu pokok.
o   Memberikan penekanan pada pengumpulan data dan diagnosa utama mendahului dari rencana dan pelaksanaannya;
o   Evaluasi hasil-hasil yang cermat sebelum tindakan dimulai;
o   Pengembangan ilmu pengetahuan perilaku yang dapat diterapkan pada tataran organisasi
b)  Terdapat 7 langkah utama dalam AR. Ke tujuh langkah tersebut berproses secara berputar (cyclical process) yang pada akhirnya kembali ke langkah yang semula . Langkah-langkah dalam action research adalah sebagi berikut;
1.      Identifikasi masalah
2.      Konsultasi dengan ahli ilmu perilaku
3.      Pengmpulan data dan diagnosis awal oleh konsultan
4.      Umpan balik kepada klien atau kelompok
5.      Diagnosis bersama terhadap masalah
6.      Tindakan(action)
7.      Pengumpulan tindakan setelah fase tindakan

4.      Dalam metode modifikasi perilaku,  Reinforsemen positif lebih dikembangkan dari pada Reinforsemen negative
Dasar teoritis dari pendekatan modifikasi perilaku ini aslinya dikembangkan oleh Thorndike, yang berasumsi bahwa perilaku yang mengakibatkan hasil positif cenderung diulangi; dan sebaliknya. Hingga muncul Fondasi pokok yg dipergunakan yaitu Konsep reinforsemen = positif (pemberian penghargaan) maupun negatif (pemberian hukuman). Reinforsemen negatif (RN) menciptakan perasaan negatif bagi penerimanya sehingga banyak dihindari dalam Pengembangan Organisasi, Reinforsemen Positif (RP) lebih kembangkan karena dasar teori ini adalah banyak orang akan berperilaku dalam cara tertentu dengan harapan mendapatkan penghargaan.
 Skiner  menggunaan Reinforsemen positif secara maksimum dan Reinforsemen negatif  secara minimum akan mengakibatkan perasaan seseorang terkontrol dan terpaksa. Karena Reinforsemen positif dapat mengubah seluruh kultur dan  suasana kerja yang pada gilirannya mendapat hasil-hasil yang lebih baik berkebalikan dengan Reinforsemen negatif yang berdampak besar pada semangat kerja, angka absensi dan perpindahan. Reinforsemen positif memberikan keuntungan jangka panjang, baik bagi pekerja maupun organisasi, dengan adanya Reinforsemen positif membuat kondisi organisasi lebih baik dan lebih hidup.

5.      a)  Yang dimaksud dengan Analisis transaksi
v  analisis transaksi adalah Suatu sistem psikoterapi yang berdasarkan atas pengamatan dari suatu kesatuan unit interaksi sosial, atau atas suatu rantai transaksi-transaksi.
v  Bahasa : diwarnai oleh kepribadian (ego)
v  Fokus:
-          Struktur kepribadian
-          Cara orang berinteraksi
-          Cara orang mempolakan waktu
v  analisis transaksi  adalah suatu metode utk menganalisis dan memahami  perilaku yang dikembangkan oleh Eric Berne dalam Buku “Games People Play
v  analisis transaksi digunakan untuk menjelaskan mengapa individu-individu berkelakuan dalam pola-pola tertentu yang dalam banyak hal tampak diulangi sepanjang kehidupan.
v   Unit analisis utama : transaksi.
v   Transaksi  adalah pertukaran diantara orang-orang yg terdiri atas tidak kurang dari satu perangsang dan satu tanggapan Transaksi  adalah pertukaran diantara orang-orang yg terdiri atas tidak kurang dari satu perangsang dan satu tanggapan
v  Transaksi 
-          adalah pertukaran diantara orang-orang yg terdiri atas tidak kurang dari satu perangsang dan satu tanggapan.
-          Jika ada dua orang atau lebih berjumpa dalam suatu agregasi sosial, maka lambat atau cepat mereka akan menyapa satu sama lain.
-          Wujud transaksi : adanya  stimulus dan respon.

v  “Berne menyebut metodenya metode “analisis transaksional” (transactional analisis) karena memang menyangkut transaksi-transaksi (psikis) antara para anggota kelompok”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa analisis transaksional mengkaji transaksi yang dilakukan oleh beberapa individu yang masing-masing memiliki kepribadian tersendiri. Kata “transaksi” biasanya muncul dalam bidang perdagangan, yaitu proses tukar-menukar dalam sebuah bisnis. Selain itu, dalam Encarta Dictionary 2008 dinyatakan bahwa transaksi dalam bidang komunikasi bisa juga berarti sebagai: “A communication or activity between two or more people that influences all of them”. Pernyataan dari kamus tersebut memiliki arti bahwa transaksi adalah sebuah komunikasi atau aktivitas antara dua orang atau lebih yang memberi pengaruh pada diri mereka masing-masing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa analisis transaksional mengkaji dengan dalam mengenai proses transaksi, baik mengenai subjek pelaku transaksi, yaitu pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut, maupun objek transaksi, yaitu bahasa verbal maupun nonverbal yang diungkapkan oleh para pelaku transaksi tersebut. Berdasarkan teori analisis transaksional, analisis terhadap subjek pelaku transaksi dapat dilakukan melalui analisis instansi identitas atau sering disebut dengan analisis ego state. Sedangkan untuk menganalisis transaksi yang terjadi antara beberapa individu yang masing-masing memiliki ego state tersendiri itu dapat dilakukan sebuah analisis transaksi. (sumber : http://atindonesia.wordpress.com/2010/05/28/analisis-transaksional/)

b)  Ada 3 jenis analisis transaksi.
1)      Transaksi Komplimenter/Pararel:
Berita yang dikirim dari suatu ego mendapat jawaban yang diharapkan dari ego orang lain sesuai.
2)      Transaksi bersilang:
Berita yang dikirim dari suatu ego mendapat jawaban yang tidak sesuai dari ego yang lain.
3)      Transasksi Terselubung:
Melibatkan lebih dari dua ego yang berlangsung secara simultan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar