Tampilkan postingan dengan label manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

aneka warna dan rasa optimiis


ket :
-kiri atas : kiky, adam, elyas, restu, fattah, dan pandu
-kiri tengah : krisna, itok, yasmin, nimas, liza,
-kiri bawah : aku (ita), avi, tya, pak hamid (PDII FISIP UNS), icha, aya, dyah, della

kali ini osmaru 2012 saya dapat kesempatan lagii untuk ikutan osmaru :D, setelah tahun 2010 saya menjadi sekretaris osmaru, tahun 2011 dan tahun 2012 saya menjadi pendamping, tahun lalu saya mendampingi kelompok " Nyi Ageng Serang" dan tahun ini saya mendampingi kelompok "Optimis", semoga saya dapat terus bermanfaat bagi semua pihak, dan inilah tahun terakhir saya mengambdikan diri untuk osmaru,,,semoga osmaru terus menjadi lebih baik setiap tahunnya :)

Senin, 16 Juli 2012

SEBUAH BUKU, cerpen


Sepertinya semua terulang kembali
Cinta musti terhenti sampai disini
Ku rasakan semua begitu jelas terasa
Bgaimana bisa mudah untukku melupakannya
Tapi kali ini ku coba mengerti...
(Sendiri-Ipang)

Sudah sering aku menjadi obyek kemarahannya, aku memang hanya bisa membantunya melepaskan peluh, tangis dan caci makinya, tanpa bisa memberikan sepatah kata yang dapat membangkitkan semangatnya. Sudah 3 hari ini kamu terus menangis, bercerita dengan tangisanmu, aku ingin sekedar memberi tisu untuk menghapus air matamu, tapi sungguh aku tak mampu, maafkan aku.
Entah sejak kapan aku mulai suka dengan caramu bercerita padaku, tapi awalnya aku memang sudah berharap kamu memilihku. Aku selalu membenci adikmu yang seenaknya saja mencoret-coret, dan aku juga tak mengerti kenapa kamu tidak memarahinya, kamu hanya tersenyum dan meminta kembali aku yg sudah penuh coretan pesil dan berusaha menghapus.
Aku memang hanya sebuah buku diary yang berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari ditiap lembarnya tapi sungguh aku tak pernah suka melihatmu menangis seperti ini. Apalagi menangisi laki-laki itu, laki-laki yang bernama Tomi ya kamu sering menuliskan nama Tomi di kertasku. Tomi teman sekelasmu di masa sma dulu,terkadang aku cemburu padanya.

“Diary, sudah 3 tahun aku bersamanya. Gag kerasa uda selama itu, aku bingung harus bagaimana bertanggungjawab atas tindakanku kali ini, memang sudah terlalu dalam. Sekarang aku sudah tak punya apapun yg bisa aku perjuangkan, maafkan aku buk aku sudah tak bisa menjaga amanahmu lagi, menjaga pesanmu dengan baik 

kamu menangis tersedu menyesali perbuatanmu, tapi aku masih belum paham apa maksudmu aku jadi bingung

“....sekarang aku takut hamil..”

Demi Tuhan aku kaget setengah mati,  mungkin kalau aku punya jantung yang berdetak saat ini pasti sudah berhenti. Aku tau siapa kamu, kamu gadis yang baik tak mungkin melakukannya begitu saja,Kurang ajar Tomi!!! Aku terus  marah dan ingin memakinya tapi aku  bisa apa?? Lagi-lagi aku ingat, aku hanya sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya. Aku kembali menunggumu menulis

“diary, aku takut orang tuaku tau, aku tak tau harus berkata apa pada mereka, aku sudah jadi anak nakal dan tak tau diri, aku takut dan benar-benar takut..”

Kamu terus menangis dan tak lagi melanjutkan tulisanmu, aku sudah tak ingin banyak bekomentar jujur aku terluka aku merasa terhianati, aku sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya marah dan tak ingin peduli padamu, aku tak peduli dengan tangisanmu, aku kecewa.


Ternyata aku tak punya cukup nyali untuk terus kecewa dan marah padamu, aku tak suka  melihat gadisku terus menangis tiap malam menyesali perbuatannya dan taukah kalian?

“sekarang apa yang harus  aku lakukan? Diary aku mohon jika saja kamu punya jawaabannya dan bisa menolongku, aku akan sangat berterimakasih padamu tapi memang hanya sebuah diary, maafkan aku menuntut lebih padamu 
Dia meninggalkanku, setelah aku bilang tak ingin mengulangnya lagi, tak ingin lagi melakukan dosa itu dia bilang aku tak mencintainya.
Demi Tuhan aku bisa berfikir, aku mencintainya sungguh, setelah 3 tahun dan aku mau melakukan dengannya sebelum kami menikah, dia bilang aku tidak mencintainya??
Aku harus bagaimana lagi 

Terdengar lagu dari radio yang kamu selalu kamu nyalakan di kamar ini...

Aku memang belum sempat menyenangkanmu
Tapi caramu pergi sakiti aku...
.....
Ku beri kamu cinta tak puaskan kamu, aku blm bsa maafkan kamu
Aku belum  bisa lihat wajah kamu, rasanya tersiksa rasanya tak mw ingat
Rasanya Tak ada obatnya ....
                                                                                 (pas kena hatiku –pay feat)

“diary, apa aku seperti itu? Aku belum bisa menyenangkannya ya? Sampai dia tega meninggalkanku..”

Sudahlah!!! Tinggalkan dia, cukup meratapinya, dia tak benar-benar mencintaimu, dia hanya ingin memanfaatkanmu, menikmati tubuhmu lalu meninggalkanmu, kumohon cukup ini terakhir kali kamu membahasnya denganku, aku tak ingin kamu seperti ini. Sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya ini hanya ingin sang gadis kembali membagi kebahagiaannya, bukan yg seperti ini, bukan terus tangisannya.


Aku senang, akhirnya kamu kembali dengan kegembiraanmu, melangkah kembali dengan senyumanmu, aku menyukaimu yang seperti ini sungguh aku yang hanya sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya. Sekarang sudah genap 1 bulan sejak Tomi meninggalkanmu, kamu sering bercerita tentang teman-teman mu yang membantumu melupakan Tomi, aku harus bilang terimakasih juga pada mereka karena menggantikanku membuatmu tersenyum.

“ .....diary, hari ini aku pergi ke toko buku dengan ketiga temanku Sasa, Sari dan Tania. Seperti biasa mereka selalu saja membuatku tak bisa diam dan tertawa sejadi-jadinya Sasa dan Sari saudara kembar itu selalu bertengkar dan tiba-tiba melakukan kekonyolan didepan umum hingga kadang aku dan tania harus sok nggak kenal dengan mereka,,hahaha
Aku tak habis pikir kalau aku tak bertemu mereka, aku tak akan bisa seceria ini,,hahaha
Sudah malam nii,besuk lagi ya diary sayang J “
Aku jadi ingin bertemu dengan sahabat-sahabatmu, kamu begitu antusias menceritakan mereka padaku, rasanya aku sangat bahagia melihat kebahagiaanmu bersama mereka. Hingga tiba suatu hari.

“apa hitunganku salah ya? Kayaknya engga dech, aku jadi takut..”

Suatu hari kamu hanya menulis seperti itu, membuatku bertanya-tanya tanpa bisa ku dapat jawabannya segera.


Sudah lebih dari 1 bulan kamu tak lagi menuli, aku khawatir apa yang terjadi padamu. Aku hanya sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya tapi aku menyimpan banyak rahasiamu yang membuatku jatuh hati padamu dengan semua hal yang teklah terjadi padamu, aku jatuh cinta padamu.


“diary , maafkan aku sudah lama tidak lagi membukamu, bercerita padamu, semua terasa begitu sulit untukku akhir-akhir ini. Mungkin ini yang terakhir aku menulis pada lembarmu yang cantik ini, padahal masih ada 10 halaman lagi, tapi aku sudah nggak mampu menulisnya maafkan aku L
Diary boleh aku minta tolong? Komohon jangan menolakku, semua orang sudah menolakku dan hanya ada kamu di hidupku yang tak pernah menolakku, sekali ini dan yang terakhir tolong aku ya J
Sampaikan ini pada orang tuaku dan keluargaku karena aku sudah tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, aku terlalu pengecut, aku selalu tak bisa melihat mereka menangis dan hancur karenaku..”

Aku akan membantu apapun yang aku bisa untukmu tapi ada apa?kenapa tiba-tba seperti ini. Tolong sekali saja dengarkan aku, dan kenapa ini jadi yang terakhir buat kita? Apakah aku salah? Aku membuat mu sedih? Aku bersumpah tak pernah membocorkan rahasiamu pada siapapun, aku benar-benar menyimpannya hanya untuk kita saja terlebih soal Tomi Bang*** yang telah meninggalkanmu. Ada apa sayang?

“sampaikanlah dengan baik ya J, karena aku tak pernah mampu

Ayah ibu, maafkan anakmu yang telah berdosa padamu
Melanggar janjiku dan melukai kalian, mencoret nama baik kalian dengan sesukaku
Maafkan mbak ayah
Maafkan mbak ibu
Maafkan mbak dek, jangan pernah mengingat mbak dek kamu tak pantas punya mbak
Dek, jaga ayah dan ibu ya, mbak nitip bahagiakan mereka, banggakan mereka
Buat mereka melupakan anak yang durhaka ini
Maafkan mbak dek ,mbak belum bisa kasih contoh yang baik buat kamu malah sekarang mbak kasih kamu beban berat buat jaga ayah dan ibuk, tapi mbak ndak punya jalan lain lagi
Yah, maafin mbak ya, mbak ndak pernah banggain ayah sama ibuk, mbak cuman jadi beban maafin mbak yah
mbak minta ngapuro ayah sama ibu
Buk, mbak sudah ndak kuat lagi dengan keadaan
mbak ndak bisa sesabar ibuk ngadepi tetangga, mbak ndak tega liat ibu nangis tiap malem, mbak sayang sekali sama ibu, ayah dan adek
mbak ndak akan repotin lagi, semoga adek bisa jadi pilot ya kayak yang adik pingin.
Oia, yah,buk,dek
Mbak punya sedikit tabungan buat tambahan beli rumah ayah, kata ayah dulu pengen punya rumah sendiri ndak ngontrak kayak sekarang, apalagi tetangga udah ndak nyaman gini mending ayah, ibuk sama adek cepet-cepet beli rumah yang agak jauh dari sini
InsyaAllah uangnya akan cukup yah.
Sampun yah, buk, dek
Mbak minta doa restu ya,,mbak minta ngapuro, mbak mintamaaf dan relakan mbak,,
Maafin mbak 
Mbak sayang sama kalian semua

Apa yang mau kamu lakukan? Ada apa? Ada apa denganmu????
Aku bingung, lagi-lagi aku hanya sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya.


Tiba-tiba ada tangan besar yang mengambilku dari meja dan memberikanku pada seorang perempuan aruh baya yang rambutnya digulung dibelakang. Tangan perempuan itu bergetar membacaku dan terus menangis, terisak pilu hingga aku basah dengan air matanya, aku sedikit mengartikan keadaan ini, tapi aku takut kalau perkiraanku benar dan aku kehilanganmu gadis ramping manis dengan kedua lesung pipi yang membuatmu semakin manis dengan nama “NIAS” yang aku pikir membuatmu semakin manis saja, ya memang aku sudah sangat jath hat padamu.

“yah, kenapa harus beginii...”

Aku mendengar perempuan dan laki-laki itu berbincang setelah membacaku. Dan inilah kenyataannya..aku benar-benar kehilanganmu. aku sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya yang jatuh cinta pada gadis yang membeliku di toko buku depan sekolahnya, yang mencintai pacarnya, yang sangat menyesali perbuatannya, yang sangat menyayangi keluarganya dan seorang gadis yang menitipkan kata-kata terakhirnya padaku. Pada sebuah buku Diary berwarna hijau cerah dengan gambar pelangi dan bunga matahari di tiap lembarnya.

The end

Minggu, 15 Juli 2012

TERTUNDA


Dalamnya hatiku bergejolak
Dulu setiap saat aku menyalahkannya untuk membiarkan aku pergi tapi tak pernah diijinkan
Aku selalu tak mendapatkan alasan yg baik untuk menempatkan diriku tetap disini
Hingga akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk pergi sejenak
Meninggalkan tempatku,
Dan apa? Apa ini??
Sehari, dua hari, tiga hari...seminggu..
Aku memutuskan kembali sejenak, kembali padamu
Melihatmu, membuatku merasakan rindu, aku merindumu penuh
Terlalu berlebihan ternyata, tapi ya seperti ini aku J
Aku terlanjur harus menjalaninya beberapa pekan lagi untuk kembali padamu seperti semula
Itu sudah aturannya, maafkan aku yg dulu tak peduli dengan maksudmu
Aku menangis, mengeluh, memintamu
Tunggu aku, setelah ini akan ku peluk erat
Dan aku tak akan meminta alasan apapun darimu untuk mempertahankanku
Karna dalam kesadaran penuhku, aku membutuhkanmu.. ibu

Selasa, 12 Juni 2012

Lagu Wajib, cerpen


Lagu Wajib
Tak banyak yang aku tau tentang kehidupan, satu hal yang selalu ku ingat kau pernah bilang
“Kebahagiaan itu sederhana, sesederhana pelukanmu untukku”
Sudah 5 tahun berlalu, rasanya baru kemarin kau memelukku dan berkata tentang kebahagiaanmu. Sumilir angin sore di ayunan taman, bawah pohon jambu membawa lamunanku kembali pada waktu itu, saat kita duduk berdua.
“Ra, aku benci padamu, sangat sangat membencimu!!”
Kau mengatakannya dengan muka serius, aku kaget dan tak tau harus bagaimana meresponnya
“hem??”
“aku membencimu, dan bahkan begitu sangat amaaat membencimu, karenaa,,aku sudah tak dapat lagi hidup tanpamu, aku mencintaimu” katamu sambil tersenyum padaku.
“aku sebal padamu, kau terus membuatku takut, lagi!
“hehehehe, maaf Ra, aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku”
“apa dengan menakutiku?”
Kau tidak menjawab, hanya diam dan sedikit menyunggingkan bibir,tersenyum padaku.
“Ra..”
“apa?”
“hehehe”
“ah..!!lagi-lagi kau menggodaku! Dasar cicak!!
“hahahaha,,aku suka melihatmu marah, kau terlihat lebih menggemaskan J
Selalu seperti itu, kau tak pernah lowong menggodaku tiap kita bertemu, tapi entah kenapa aku selalu saja tidak pernah sadar, apa karena aku mencitaimu,,entahlah yang ku tau aku hanya tak ingin kehilanganmu, itu saja J
????
“Ra, ayo turuuun, uda siang, mandii!! Masuk kuliah kan??!suara ibu membuyarkan lamunanku.
“Iya iya, aku mandi bu”
Mulai empat tahun yang lalu aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan terus hidupdan mewujudkan semua mimpiku dengan atau tanpamu.
Siang ini aku ada janji dengan dosen, tapi lagi-lagi harus dicancel karena kesibukan dosenku dengan pekerjaannya. Kuputuskan untuk berjalan keperpustakan sambil menunggu Sasa, aku janjian dengan teman karipku itu diperpus jam 3 sore, sedang saat ini masih jam 11. aku mencoba mencari buku yang menarik untuk ku baca sambil menghabiskan waktuku.
?????????
“Ra, lulus nanti mau nglanjutin dimana?”
“belum tau, tapi aku ingin keluar kota cari pengalaman untuk mandiri”
“aah,, jauhan dong kita, nggak pengen disini aja ra?”
“kagak, ada kamu sih!!” , aku mencoba menggodamu dan ku katakan dengan muka serius. Dulu kau pernah bilang tidak bisa meninggalkan kota kecil ini, saat aku mencoba menanyakan alasanmu, kau selalu menjawab dengan menggodaku.
“aku begitu mencintaimu, dan tak ingin meninggalkan banyak kenangan indah yang sudah kita ukir di kota ini, apalagi kota ini tempat kelahiranmu gadis termanis, gadisku J”.
??????
Ra!! Aku dapet info, si Nisa mau nikah!” Ujar Sasa begitu dia duduk dikursi sampingku.
“Hem,,terus?”
“Nisa ra,,ya ampun, N I S A mau menikah!!masa kamu biasa aja siih!!”,  Sasa masih saja heboh dengan berita yang didapatnya, sampai orang-orang diperpus melirik karena terganggu suaranya.
“iya, terus kenapa?kenapa kalau nisa mau nikah?” aku masih datar dengan berita itu.
“ya ampun Ra, masalahe itu WUKIRINGSIH NISAMALA, masa kamu lupa??!!”
??????
Tiba-tiba jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, aku tak tau apa yang akan terjadi, tapi aku berusaha berpikir tidak akan ada apa-apa.
“Ra, nggak kerasa ya sudah tiga tahun kita barengan dan kamu sudah mau masuk kuliah”
“Iya, terus? Kamu takut aku pergi?”, aku mencoba menggodamu sambil tersenyum lebar penuh menang dan menoleh padamu, tapi kamu hanya diam, tidak biasanya kau seperti itu, kau memandang lurus kedepan tapi aku tau kau bahkan tak melihat apapun, mukamu tampak datar dan aku mulai sedikit bingung, senyumku ku tarik.
“Sorry Ra, minggu depan kita batalin aja ya”,
Minggu depan harusnya kita pergi bersama, kau berjanji padaku kita akan kepantai sebagai perayaan kelulusan SMA dan aku sungguh sudah menantikannya.
“kenapa?apa kamu sibuk?oke tak apa, kita akan pergi 2 minggu lagi”, aku mencoba mencairkan suasana yang mulai sudah tidak nyaman sambil tersenyum lagi .
aku masih tidak bisa Ra, aku ingin kita selesai sampai disini aja”
Aku tak tau apa yang aku dengar, aku cuman dengar sayup-sayup dan aku tak tau harus bagaimana
Ra, aku menyukai orang lain dan aku tak ingin menyakitimu terlalu jauh, dari awal aku hanya ingin bermain-main denganmu, sekarang aku ingin serius dengan gadis yang benar-benar aku sayangi dan maaf bukan denganmu”
Aku tidak mampu merespon omonganmu, yah aku terguncang, aku mencoba menyadarkan diriku kembali
“owh ,, oke selamat ya, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu dan jangan goda gadis kecil seperti aku lagi” balasku sambil berusaha tersenyum, senyum pahit yang menyesakkan.
Setelah seminggu kejadian itu aku masih belum begitu sadar dengan keadaanku, untunglah ini masih liburan setidaknya aku tidak perlu sekolah saat ini. Aku masih berharap kau hanya bercanda denganku, aku terus menunggu smsmu, teleponmu, surat atau apapun tentangmu, kabarmu kalau kau hanya menggodaku seperti biasanya, aku berharap sebentar lagi kamu datang dan bilang “aku hanya menggodamu Ra, dan aku tak akan mampu kehilanganmu Ra”, tiba-tiba aku sangat ingin kau menggodaku seperti biasanya membuatku jengkel dengan jawaban-jawaban konyolmu itu dan aku merindukanmu tapi aku terlalu takut untuk menghubungimu, mencarimu, aku takut mendengarmu berkata kau sudah tak lagi mencintaimu, aku takut dan aku sangat takut. Jadi, ini arti debaran jantung yang tak biasa, arti dari diammu, arti dari tatapanmu,,kau meninggalkanku. Terakhir aku mendapat kabar kau akan bertunangan dengan Nisa, Wukiringsih Nisamala, gadis yang yang membuatmu meninggalkan aku.
??????????
Sudah 3 hari sasa terus mencekokiku dengan kabar pernikahan Nisa. Aku sudah tidak peduli dan tidak mau peduli tentang Nisa, tentangmu ataupun tentang kalian, aku marah, kecewa tapi aku tak pernah berusaha mecarimu, aku tak pernah berusaha mencari tau alasanmu entah, aku masih begitu takut mendengarmu mengucapkannya ataukah memang karena aku masih begitu mencintaimu. Dadaku sesak saat mengingatmu.
???????????
Seseorang menelponku pagi-pagi sekali. Suaranya terdengar serak dan sedih. Suara itu memanggilku dari sebrang gagang telepon “Ra” dan memintaku untuk bertemu dengannya segera.
“Maaf ini siapa?” aku coba bertanya
Ternyata itu ibunya Bagas. Ia berkata anaknya sakit dan ingin aku menemuinya. Sumpah semua kebencianku padamu hilang. Aku hanya menangis, hanya ingin menangis dan segera menemuimu, melihat bagaimana keadaanmu. Aku tak peduli kau pernah meninggalkanku, tentang Nisa-mu, pertunangan atau pernikahan yang aku dengar beberapa hari yang lalu.
Aku langsung melihat Bagas ketika masuk kamarnya. Seorang laki-laki muda sedang terbaring lemas di atas tempat tidur yang di bungkus seprai berwana biru terang. Laki-laki itu tersenyum lalu dengan tangannya ia memberi isyarat agar aku duduk disampingnya. Diatas tempat tidur aku bias melihat wajahnya dengan jelas ketika berada di dekatnya. Senyumnya masih sama seperti waktu pertama kau menjabat tanganku dan mengucapkan namamu “Bagas”, masih sama seperti ia selalu menggodaku, bercerita tentang cintamu, hangat dan bibirnya ditarik kesamping. Sungguh, aku sakit melihatmu seperti ini, sorot matamu semakin redup sejak saat terakhir kamu meninggalkanku, bahkan sangat lebih redup. Kau membuka mulutmu, “maaf..” berkata tanpa suara. Kau bergumam, aku tidak tau apa maksudmu, karena aku tidak bisa mendengarmu dengan jelas. Aku berusaha mendekatkan telingaku kewajahmu.
Ra, jangan pernah menangis untukku, karenaku, aku tak pantas mendapatkan itu”, ujarmu sambil tersenyum lemah
Air mataku yang semula sudah akan tumpah, ku tahan lagi dengan susah payah dan aku berusaha tersenyum untukmu, walau aku tidak bisa menjamin apa itu disebut senyum.
“Senyummu jelek! Dasar bodoh!tidak usah memaksakan diri untuk tersenyum” katamu berusaha menggodaku, tapi aku benar-benar sudah tak bisa merubah raut mukaku lagi. Aku melihamu itu saja, tapi rasanya begitu sakit, kerinduanku padamu begitu menyesakkanku, melihatmu lemah membuatku tak ingin melihatmu. Tiba-tiba tubuhmu mengejang, aku panic.
“Bu,,,Bu,,tolong!!siapapun tolong”, aku berusaha meminta bantuan, aku takut sekali terjadi apa-apa padamu. Aku tak tau harus bagaimana, bahkan menangis saja aku tidak bisa, apalagi saat tubuhmu dibawa pergi dari hadapanku dan aku kehilanganmu lagi, untuk yang kedua kalinya. Aku membencimu!!
??????????
Sudah berminggu-minggu aku mencarimu, berusaha menghubungi HPmu, keluargamu, teman-temanmu, aku kerumahmu, tapi semua sia-sia aku tak  menemukanmu dan benar-benar kehilanganmu dua kali. Suatu hari tiba-tiba dating sebuah surat, di surat itu tertera tanggal kamu meninggalkanku
4 Februari 2008
Maafkan aku meninggalkanmu atau bahkan aku tak pantas lagi berkata maaf.
Ketika cinta datang,
Cinta tak sendiri, dia membawamu bersamanya,
Datang kepadaku.
Aku tidak peduli dan aku tak mau tau
Tapi  dia tidak begitu saja menyerah, terus memaksa masuk dalam diriku
Hingga akhirnya kukibarkan bendera putih untuknya, aku kalah
Dan aku mencintaimu “Ra” “
Aku yg tak pernah lelah mencintaimu, (Bagas) J

Tak hanya sekali surat seperti itu datang, bahkan ku pikir ini begitu sering, , aku suka membacanya, tapi aku bingung semua surat itu tahun 2008 padahal sekarang sudah 2011. Aku masih berusaha menghubugimu dan masih tetap sama hasilnya, tak ada jawaban, tak ada kabar. 2 bulang kemudian dating surat ke-20,
7 april 2008

Sayang, maafkan aku, akhirnya aku tak sanggup lagi untuk merahasiakannya. Aku tak sanggup hidup tanpamu, Ra, kamu tau aku bahkan tak pernah bertunangan dengan Nisa, dia anak tanteku, sepupuku,aku bersahabat dengannya dari kecil. Hahaha Ra aku tak tau apa kamu masih mau menerimaku lagi, aku meninggalkanmu begitu saja saat itu dengan kebohonganku. Dan kamu menerimanya tanpa banyak bertanya..
Apa itu karena kamu tak mencintaiku? Ku mohon jangan katakan itu, walau aku tau aku sudah tak pantas lagi, tapi aku tak ingin kau bilang “sudah tidak mencintaiku”, kumohon jika kau memang tak bisa lagi bersamaku, biar ku bawa cintamu dalam hatiku saja. I love u Ra. Andra gadisku seorang,,hehehe J
Aku yg trs menggilaimu dengan hatiku,(Bagas) J

Tiba-tiba jantungku berdetak agak kuat, akhir-akhir ini selalu seperti ini, aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Apa aku memang ingin segera menemuimu? Setiap memikirkanmu rasanya jatungku mulai aneh. Waktu semakin berlalu, banyak suratmu yang terus berdatangan, aku selalu membalasnya,,mencoba mengirim surat ke alamatmu yang ada di amplop surat, tapi terus saja dikembalikan, entah kenapa apakah kau tidak ingin lagi tau keadaanku yang sangat merindukanku??
Akhirnya setahun sudah berlalu, suratmu sudah tidak pernah datang lagi,,terakhir aku menerimanya 28 Oktober 2011 , dan surat itu jadi surat terfavoritku, aku tak pernah lupa untuk membacanya setiap hari, dan tak pernah ada rasa bosan hinggap di diriku.


27 Desember 2009

Selamaat ulang tahun sayangku, aku tak akan pernah berhenti berkata kalau aku begitu mencintaimu, pasti saat ini kau cantik sekali, tampak manis dengan kaus hijau favoritmu, kau pernah berkata padaku, kau akan selalu mengenakan kaus hijau saat ulang tahunmu dan aku yakin saat ini kau juga memakainya J
Aku jadi ingin melihatmu, sayangku J,
Sayang maafkan aku, aku tidak dapat banyak lagi menulis untukmu, aku capek, saat ini usiamu sudah 19 ,,,pengen rasanya memberikan kecupan manis didahimu saat ini,,,hihihi, cepat cari penggantiku sayang, jangan terus menungguku, aku tak ingin kau tua hanya menungguku datang, aku bahkan sudah menemukan gadis cantiik disini, tapi masih boleh kan aku mencintaimu,,
Ra sayang, kamu masih ingat nggak dengan buku yang pernah aku berikan?aku merasa buku itu banyak berkata tetang perasaanku dulu saat masih bersamamu , buku yang berjudul curhatan setan,J

Aku ingin mencintaimu seperti menghafal lagu wajib
Disekolah dasar dulu/ lagu yang kunyanyikan dengan
rambut kelimis disisir ibu/ dan baju seragam yang
agak bau keringat pada hari rabu
kelak aku hanya ingin menyayangimu
secara sederhana dan tak perlu berharap yang macam-macam lagi—
aku hanya tahu bahwa cinta bukan soal “mendapatkan sesuatu”  tetapi
“memberikan sesuatu” sebab cinta bukan untukku bukan juga untukmu,
Tetapi untuk kita

Hahaha, aku tau Ra, kamu selalu menyukai kata-kata ini,. Kamu pernah bilang padaku  selalu merinding membacanya, aku ingiiin sekali bisa seperti itu, aku hanya ingin kamu bahagia itu cukup untuk kebahagiaanku seumur hidup. Lebay yaw?, ,,hehe, J

Tunggulah kehidupan akan membisikkan banyak rasa dan kenangan untukmu, jangan pernah takut karna aku tau kamu lebih kuat dari yg lain. Cintaku tak akan pernah putus untukmu, dibawah pohon cinta dan lubang kehidupan tupai semua akan terbuka,,buka tutupnya untukku,untukmu dan kehidupan kita. Aku selaliu bersamamu di tiap detakan nadimu..

Aku yang hidup dalam nadimu,(Bagas) J


Hari ini tanggal 27 Desember 2011, pagi ini aku tidak ada agenda apapun, aku hanya ingin membaca suratmu yang mengucapkan selamat ulang tahun untuku, di taman samping rumahku. Aku duduk di ayunan rotan yang berada dibawah pohon jambu biji, dulu kita sering ngobrol disini dan aku hanya ingin mengingat kehadiranmu, aku tidak ingin melupakanmu,, jantung berdetak kencang tiap membaca suratmu,,sangat rindu rasanya,,aku mencintaimu Bagas,,kembalilah padaku ku mohon, hanya untuk hari ini saja jika memang kau sudah tak ingin bertemu denganku. Tiba-tiba aku ingin membaca suratmu lagi. Dan aku terpaku pada tulisan yang kau tulis dengan bolpoin yang lebih tebal. Entah aku berpikir apa, aku membacanya terus hingga berulang-ulang, kepalaku agak sakit setelah itu tapi aku merasa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, ini bukan sekedar puisi cinta biasa seperti yang kau buat biasanya, ini berbeda. Aku tidak mempedulikan sakit kepalaku aku terus mengulangnya,

Tunggulah kehidupan akan membisikkan banyak rasa dan kenangan untukmu, jangan pernah takut karna aku tau kamu lebih kuat dari yg lain. Cintaku tak akan pernah putus untukmu, dibawah pohon cinta dan lubang kehidupan tupai semua akan terbuka,,buka tutupnya untukku,untukmu dan kehidupan kita. Aku selaliu bersamamu di tiap detakan nadimu..

Pohon cinta?apa kita punya pohon cinta? Tiba-tiba aku pikir ini teka-teki, kita tak punya pohon cinta! Kita hanya punya pohon jambu ini yang biasanya menjadi tempat kita ngobrol panjang lebar saat kau kerumahku. Lalu aku meneruskannya
….lubang kehidupan tupai semua akan terbuka….
Dipohon jambu ini tidak ada lubang tupai, paling juga cuman lubang biasa yang ada di bagian samping pohon, dulu kau sering memasukan sesuatu disitu dan bilang cinta cinta, tapi aku tak boleh melihatnya dan hingga sekarang masih ku biarkan, aku tak pernah mencari tau apa maksudmu dulu.. tunggu, cinta?lubang? apa ini maksudnya??
Aku tiba-tiba bergegas menuju lubang pohon, entah apa yang membuatku berfikir aku harus melihatnya,jantungku terus berdetak kencang,,sampai nyeri rasanya,kepalaku pun makin sakit tapi aku tak berhenti menrogoh bagian lubang pohon itu, hingga ku temukan sebuah toples kaca agak besar berwarna hijau zamrut yang indah, tiba-tiba kepalaku terasa mau pecah dan aku kehilangan kesadaranku, aku pingsan.
??????????????????

Ketika sadar aku sudah berbaring di kasur  kamarku, toples hijau itu berada di meja samping tempat tiduku. Ibuku duduk di kursi sambil menatapku sedih, aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi, aku kan hanya pingsan mungkin karena kecapean. Sekarang aku sudah sehat lagi cuman sedikit nyeri dikepala dan dadaku saja.
“ada apa bu?kok sampai segitunya?aku nggak papa kok J
“iya ra,ibu cuman khawatir”
“bu aku tadi menemukan toples di pohon jambu, apa itu dari Bagas ya?”
Ibuku tak menjawab, ia hanya diam dan terus menatapku dengan senyum yang dipaksakan,
bukalah ketika kamu sudah siap dengan semua kebenaran Ra, jangan membukanya jika kamu rasa kamu masih sakit hati pada Bagas”
“iya bu”
Setelah mendengar jawabanku ibu meninggalkanku untuk beristirahat, ternyata sudah jam 9 malam, aku tidur cukup lama setelah pingsan. Aku terkadang heran dengan ibuku, ibu tak pernah marah atau mengungkit-ungkit masalah Bagas, padahal dia tau aku sering menangis sendiri saat ingat Bagas meninggalkanku bahkan menghiyanatiku dengan wanita lain. Aku penasaran dengan isi toples kaca yang ku temukan tadi, dan aku pikir itu dari Bagas. Aku ingin segera membukanya tapi kepalaku masih sakit,ku putuskan besuk saja, toh masih ada hari. Malam ini aku terlalu lelah dan hanya ingin cepat tidur.
????????????

Aku tecengang ketika membuka toples kaca itu, banyak benda, foto, dan sepucuk surat. Semua ini tentang Bagas, jantungku benar-benar berdebar sangat kencang saat mengambil surat nya, aku mencoba membacanya, dan aku menangis karena sangat merindukanmu.

Bagaimana kabarmu Ra?baikkah?? pasti perlu waktu yang cukup lama untukmu menemukannya,,hehehe aku tau kamu memang sedikit payah soal teka teki, tapi aku tak akan membiarkanmu menemukannya dengan muah,,hehehe
Sayang, saat ini berapa usiamu?sehatkah kamu?maafkan aku tidak bisa disampingmu semua gara-gara aku mengajakmu kepantai hari itu. Ra siapkan dirimu, aku ingin menceritakan segalanya, sudah saatnya kamu tau, aku tak ingin membohongimu dan membiarkanmu terus hidup dalam khayalanmu dan menungguku, aku tak ingin kamu menungguku lagi J
Ra jaga jantungku ya J

 Aku berhenti membacanya, jantungku berdebar sangat kencang..aku terus menangis, kali ini aku tak tau kenapa aku menangis, tapi air mataku tak mau berhenti. Aku melanjutkan membaca suratmu.

Saat ini yang ada ditubuhmu adalah jantungku dulu Ra, sekarang kita bersatu, bukankah itu hebat? J,,maafkan aku, aku tidak tau harus bagaimana menyampaikannya, tapi aku harus mengatakannya. Ra, dulu aku berjanji padamu akan mengajakmu kepantai saat kelulusanmu dan kita jadi kepantai. Saat itu kamu sangat menikmatinya dan aku sangat bahagia melihat senyummu, tapi semuanya hilang. Dalam perjalanan pulang sepeda motorku ditabrak truk dari belakang hingga membuatmu terlempar beberapa meter dariku, kita terluka parah, tapi aku sudah mati saat melihatmu koma karena syok dan rusukmu patah hingga merusak jantungmu, kata dokter hidupmu tidak akan lama jika tak ada donor jantung. Sedang aku, aku tak merasakan sakit apapun kecuali mati menyesal karena kejadian ini, karena aku mencelakaimu hingga seperti ini. Dokter bilang ada pembengkaan pembuluh darah di otakku dan karena goncangan itu aku tak akan hidup lebihlama, kita sama-sama kritis saat ini…
Tapi aku tak bisa membiarkanmu seperti ini sayang, aku harus melakukan sesuatu, aku terus mencari cara untukmu agar kau terus hidup.. hingga suatu hari dokter mengfonis hidupku tinggal 1 bulan, sedangkan kamu masih terbujur koma di ruang ICU, aku sangat ingin melihatmu tersenyum Ra.
Kumohon, bisakah kau sebentar saja bangun dan mengucapkan selamat tinggal padaku, dalam hidupku yang tidak lama ini?tak bisakah? Tiba-tiba terbesit dalam pikiranku, aku akan memberikan jantungku untukmu, toh aku sudah tidak akan hidup lama dan kita sama-sama kritis setidaknya aku ingin kau hidup dengan jantungku, agar cintaku tetap hidup untukmu.  Jangan menangis sayang… aku tau, kamu akan terguncang membaca surat ini, maafkan aku meninggalkanmu.
Saat aku tes jantung, ternyata jantung kita cocok dan aku bisa memberikannya untukmu, tapi dokter tidak menjamin hidupmu saat itu, karena kamu begitu terguncang hingga kesadaranmu masuk dalam lubang yang dalam. Maafkan aku, aku tidak tau harus bagaimana, semua karena aku,,maaf L L L , doktermu bilang, jika kamu kuat… kamu akan hidup tapi dengan keadaan amnesia terutama untuk kejadian kecelakaan itu.,
Sayang, aku sudah kehabisan air mata. Aku memang ingin menghapus memorimu tentang kecelakaan kita, tapi aku ingin kamu mengingat kebahagiaan kita dipantai. Mungkin foto-foto ini akan mengingatkanmu nantinya J L, tapi jangan buru-buru aku tak ingin menyakitimu, aku meminta banyak orang membuat ingatan baru tentang kita, terimakasih untuk ibumu dan ibuku yang selalu mendukung kita, untuk sasa teman terdekatmu untuk Nisa sepupuku yang terpaksa menjadi orang jahat… maafkan semua orang Ra, semua hanya menuruti inginku, maafkan aku membuat kebohongan ini..
Surat ini kutulis 1 jam sebelum aku masuk ruang operasi, sebelum jantungku berdetak ditubuhmu,,,jaga jantung kita sayang, aku tak akan pernah hilang, karena aku selalu bersamamu dalam tiap detak nadimu …sekarang kamu tak perlu lagi menungguku J, kamu akan menemukan laki-laki yang super lebih baik dr aku J
Aku mencintaimu selalu, selamanya, dan seumur hidupku,,
Terimakasih untuk semua hal manis yang kamu ukir dalam hidupku
dan maaf untuk semua luka yang ku buat untukmuu..

Aku ingin mencintaimu seperti menghafal lagu wajib
Disekolah dasar dulu/ lagu yang kunyanyikan dengan
rambut kelimis disisir ibu/ dan baju seragam yang
agak bau keringat pada hari rabu
kelak aku hanya ingin menyayangimu
secara sederhana dan tak perlu berharap yang macam-macam lagi—
aku hanya tahu bahwa cinta bukan soal “mendapatkan sesuatu”  tetapi
“memberikan sesuatu” sebab cinta bukan untukku bukan juga untukmu,
Tetapi untuk kita
Percayalah
Meski aku sudah mati,

Katanya,

Aku tetap mencintaimu
(curhatan setan, Fahd Djibran)

Karena kamu lagu wajib bagiku, sederhana tapi harus slalu ada
 (bagas)
_________________________________
 dibuat oleh ITA